disadur bebas dari The Great Conversation
oleh Robert Maynard Hutchins
Badan kita membutuhkan makan, minum, tidur, sandang, pangan dan tempat berteduh. Kebutuhan ini mutlak untuk bertahan hidup. Kebutuhan akan mereka bukan saja krusial untuk hidup melainkan juga sumber dari kenikmatan.
Jiwa kita membutuhkan informasi, pengetahuan, pengertian dan kebijaksanaan. Kita mencarinya bukan untuk hidup saja melainkan untuk hidup lebih baik. Memilikinya membawa kita melewati batas kebinatangan dan membuat kita menjadi sungguh-sungguh manusia.
Bila dengan makan dan minum kita membangun badan, dan dengan berolah raga kita melatihnya, apa yang harus dilakukan untuk jiwa? Jiwa diberi makanan dengan membaca, dan dilatih dengan refleksi dan diskusi. Membaca kelihatannya sepele, karena kita tentunya membaca setiap hari: iklan, koran, majalah, teks di televisi, buku sekolah, dll. Tentu saja yang dimaksud dengan membaca di sini adalah bacaan yang benar-benar mengisi jiwa dengan “makanan” yang sehat. Tidak semua buku memenuhi kriteria ini. Setiap tahun mungkin hanya kurang dari seratus buku diterbitkan yang benar-benar layak dibaca untuk mengisi jiwa. (lagi…)
Apakah itu Manusia?
Manusia adalah sebuah makhluk yang unik. Meskipun kita tahu bahwa kita adalah manusia (atau mungkin tidak tahu?) adalah bukan merupakan pekerjaan yang mudah untuk melukiskan apa yang unik pada manusia jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain.
Pertama-tama marilah kita lihat dari ciri biologisnya. Manusia adalah makhluk bersel banyak, metazoa, ketimbang makhluk bersel tunggal, protista. Ia juga adalah makhluk bertulang belakang, vertebrata, ketimbang makhluk tidak bertulang belakang, avertebrata. Di antara vertebrata manusia tergolong ke dalam kelompok binatang menyusui, mammalia, karena ia berdarah panas, menghirup udara, dengan kulit berbulu, dan menyusui bayinya. Lebih lanjut manusia tergolong ke dalam mammalia yang janinnya berkembang di dalam rahim betinanya, eutheria, yang menerima makanan melalui plasenta. Kemudian manusia dikelompokkan ke dalam ordo primata, yang di dalamnya termasuk lemur, tarsius, kera dan kera besar: gorila, orangutan, dan simpanse. Yang membedakan manusia dengan primata lainnya adalah perilaku bipedal, berjalan dengan kedua kaki, berpostur tegak, tulang belakang berbentuk S, dan kaki yang lebih panjang dari tangan. Hanya tangan yang dapat dipakai untuk menggenggam, prehensil, dengan jempol yang besar dan bertenaga, terletak berseberangan dengan jari-jari lainnya yang memungkinkan genggaman yang kokoh. Hampir seluruh tubuh tak berbulu dan hanya ditumbuhi rambut terutama pada bagian kepala. Rahangnya pendek dengan susunan gigi melengkung. Mukanya pendek dan hampir vertikal. Otaknya relatif besar jika dibandingkan dengan makhluk lain terutama pada bagian neo-cortex. (lagi…)