On Everything

Juli 15, 2009

Sejarah Indonesia, 1200-2008, Sebuah Buku

Filed under: Resensi Buku,Tentang Indonesia — Oni Suryaman @ 3:47 am
Tags: , ,

ricklefsApa yang anda bayangkan sewaktu mendengar kata “pelajaran sejarah”? Sebagian besar orang akan membayangkan sebuah pelajaran membosankan di mana kita harus menghafalkan nama tempat dan tahun. Dan kalau aku bertanya tentang apa yang tersisa di benak anda mengenai pelajaran sejarah, umumnya yang orang ingat hanya Perang Diponegoro dari tahun 1825-1830. Tetapi kalau aku bertanya tentang apa signifikansi Perang Diponegoro bagi perjalanan sejarah Indonesia, hampir pasti tidak ada yang bisa berpendapat, bahkan sekedar pendapat pribadi sekalipun. Jadi apa gunanya pelajaran sejarah kita di sekolah? Apakah sekedar untuk ikut kuis “Are You Smarter than a Fifth Grader?” Sepertinya sih iya. Jangan harap kalau pendidikan sejarah memberi lebih dari itu.

Salah satu penyebab dari hal di atas adalah buruknya mutu buku pendidikan sejarah di sekolah kita. Aku sebagai seorang pelajar angkatan 80-an, adalah “korban” dari doktrinasi sejarah, bukan pendidikan sejarah. Seperti yang kita tahu, pelajaran sejarah, baik di Orde Lama dan khusunya Orde Baru adalah alat untuk indoktrinasi massa, bukan untuk sebuah pembelajaran. Untuk itulah, kehadiran buku-buku sejarah yang baik menjadi sangat dibutuhkan, baik untuk dipakai di sekolah khususnya, atau untuk dibaca masyarakat awam umumnya. Sebuah buku sejarah karangan Ricklefs, seorang dosen di National University Singapore yang dulu juga pernah mengajar di Monash University dan Australia National University, dengan judul SEJARAH INDONESIA MODERN, 1200-2008, yang diterbitkan oleh Serambi bisa dihadirkan untuk memenuhi kekosongan ini. (more…)

Iklan

Mei 26, 2008

Bagaimana Membuat Sebuah Kuliah yang Baik

Filed under: Resensi Buku,Tentang Pendidikan — Oni Suryaman @ 8:06 am
Tags: ,

Kuliah adalah bagian yang tidak terhindarkan dalam sebuah proses belajar. Kuliah adalah sebuah proses satu arah dalam transfer ilmu, dari yang memberi kuliah, guru atau dosen, kepada murid. Kuliah bisa jadi adalah pintu masuk pertama dari sebuah pembelajaran.

Sebagai pintu masuk pertama, ia memegang sebuah peranan yang sangat penting. Di satu pihak ia dengan sifatnya yang satu arah, seolah membawa murid kepada pembelajaran pasif. Di lain pihak ia sebagai pintu masuk ke pembelajaran mandiri, harus membuat siswa menjadi seorang pembelajar yang aktif. Jadi ada semacam konflik kepentingan dalam sebuah penyelenggaraan kuliah. Konflik inilah yang harus dikelola oleh pemberi kuliah supaya ia bisa menjadi sebuah kuliah yang baik. (more…)

Mei 19, 2008

Bagaimana Membuat Sebuah Seminar yang Baik

Filed under: Resensi Buku,Tentang Pendidikan — Oni Suryaman @ 1:48 am
Tags: ,

Sebelum kita melihat bagaimana membuat sebuah seminar yang baik, baiklah kita perjelas dahulu apa yang dimaksud dengan seminar dalam tulisan ini.

Yang pertama adalah apa tujuan seminar. Seminar di sini adalah untuk mengeksplorasi sebuah ide. Dengan demikian seminar berbeda dengan pelatihan, di mana di dalam pelatihan, ada sebuah keahlian yang dibawakan oleh seorang yang menguasainya dan di dalam pelatihan terjadi transfer ilmu.

Yang kedua adalah bagaimana peran orang yang ikut di dalam seminar. Seminar adalah satu pertemuan di mana semua para pesertanya terlibat aktif. Di dalam seminar yang dimaksud ini, tidak ada pembicara dan peserta, seperti yang dikenal dalam seminar pada umumnya. Tidak ada perbedaan antara pembicara dan peserta. Dengan demikian seminar dibedakan dari kuliah, di mana ada seorang lektor membawakan suatu tema atau ide, dan peserta kuliah mendengarkan dan bertanya. Lektor adalah seseorang yang menguasai tema tersebut, sedangkan peserta adalah orang yang mempelajari tema tersebut. (more…)

Agustus 28, 2007

How to Read a Book

htrb.png Ditulis oleh Mortimer J. Adler dan Charles Van Doren

tulisan ini juga dapat dilihat di Kompas Cyber Media

Membaca adalah simbol kemajuan sebuah peradaban. Ia membedakan peradaban maju dengan primitif, antara negara maju dan negara berkembang. Melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia, yang sering dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan sebuah negara.

Membaca memiliki tiga fungsi. Pertama, memberikan informasi, misalnya dengan membaca koran dan majalah. Yang kedua, memberikan hiburan, misalnya dengan membaca novel. Yang ketiga, yang paling penting tetapi sekaligus paling sulit, memberikan pengertian. Sebuah buku bisa saja memberikan pengertian sekaligus menghibur dan memberikan informasi.

Modernisasi telah menawarkan substitusi bagi kegiatan membaca, dengan lahirnya media audio-visual. Kehadiran audio-visual membuat informasi menjadi lebih “nyata” ketimbang membaca, tetapi di lain pihak mengurangi bahkan meniadakan daya cerna pemirsa. Sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam membaca untuk mencari pengertian.

Dalam keadaan seperti inilah buku ini hadir, mengingatkan kita akan pentingnya membaca untuk mencari pengertian dan mengajari kita bagaimana melakukannya. Membaca seperti inilah yang menjadi tonggak peradaban. (more…)

Agustus 1, 2007

Harry Potter, Anda, Anti-fasis, dan Churchill

Filed under: Resensi Buku — Oni Suryaman @ 5:31 am
Tags: , , ,

Harry Potter

hp1.jpgSeorang anak dengan rambut acak-acakan yang telah mencuri hati jutaan orang di dunia dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua, telah menyihir dunia ini dengan menjadi sebuah buku yang paling banyak di baca dimuka bumi ini dan membuat penulisnya J.K. Rowling menjadi lebih kaya dari Ratu Inggris. Saya masih ingat waktu peluncuran buku ke dua Harry Potter “Chamber of Secret” yang menghias headline televisi dan surat kabar dunia. Waktu itu saya belum kenal anak berkaca mata dan bercodet di keningnya itu. Antrian panjang di toko buku dan ribuan buku terjual dalam hitungan jam. Gila, saya pikir. Buku apa yang bisa menyihir orang seperti itu. Waktu itu demam Harry Potter belum mewabah di Indonesia. Tak lama kemudian buku tersebut diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia. Saya sendiri baru membacanya setelah buku kedua diterbitkan Gramedia. Langsung saja saya tersihir oleh oleh bab pertama. Dalam hati saya tertawa sendiri melihat bahwa Rowling sendiri sudah meramalkan kesuksesannya dalam buku pertamanya bahwa Harry Potter, seorang nobody, dalam sekejap menjadi orang paling terkenal di dunia sihir, dikenal semua anak-anak sampai orang dewasa.

Anda

Mengapa Harry Potter begitu berhasil? Di luar semua strategi bisnis di belakang kesuksesannya yang menjadi ciri masyarakat kapitalistik ini, Harry Potter adalah sebuah buku yang bagus. Ia adalah sebuah buku multi layer yang dapat dibaca segala lapisan. Semua dari kita dapat merasakan bahwa dunia Harry Potter tidaklah terlalu berbeda dibandingkan dengan dunia kita. Kita sendirilah yang sebenarnya menjadi lakon di dalamnya. Di dalamnya kita dapat menemui diri kita sendiri. Mungkin diri kita adalah yang pintar-tahu-segala namun sebenarnya membutuhkan dukungan dan pegangan seperti Hermione Granger. Atau yang hampir gagal di semua bidang namun tetap menghargai kehidupan seperti Neville Longbottom. Bisa jadi Anda anak kurang mampu yang sering iri dengan keadaan teman Anda yang lain namun bersyukur bahwa keluarga Anda tetap menyayangi Anda seperti Ron Weasley. Atau misterius seperti Lupin, dan seterusnya, dan seterusnya. Yah, kita membaca cerita tentang diri kita sendiri. (more…)

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.