On Everything

Agustus 23, 2010

Agama di dalam Ruang Publik*

Filed under: Tentang Agama,Tentang Filsafat,Tentang Politik — Oni Suryaman @ 12:58 am
Tags: , , ,

*Berdasarkan tulisan Jürgen Habermas: Religion in the Public Sphere yang dipresentasikan pada Seminar Holberg Prize pada tanggal 29 November 2005

Modernisme yang meramalkan semakin berkurangnya pengaruh agama dalam kehidupan manusia  tidak terbukti. Agama masih segar bugar bahkan telah menunjukkan kebangkitannya terutama sejak abad ke-20. Gerakan fundamentalisme dan bangkitnya pemahaman ortodoks menjadi gejala di mana-mana. Agama pun makin menunjukkan pengaruhnya di dalam ruang politik. Isu-isu agama bisa menentukan presiden atau walikota mana yang terpilih, undang-undang mana yang disahkan, bahkan sampai pada konstitusi negara, dan ini tidak terbatas pada negara yang berwujud teokrasi. Meskipun demikian, kadang sulit untuk melihat apakah agama menjadi semakin berpengaruh secara substantif atau sekedar menjadi alat politik untuk mencapai kekuasaan. Dengan melihat hal di atas, sulit untuk mengabaikan agama di dalam membahas ruang publik.

Bagaimana lalu agama dapat hidup dalam sebuah negara modern yang menganut paham liberal. Agama tidak lagi menjadi pusat dari segala sesuatu termasuk justifikasi politik dan moral seperti halnya pada abad pertengahan Eropa. Agama telah digeser dari panggung pertunjukan utama menuju sudut panggung, meskipun belum lenyap sama sekali bahkan menunjukkan suara yang makin lama makin nyaring. Bagaimana agama dapat hidup dalam premis-premis negara liberal dengan kesetaraan dan rasionalitas. Bagaimana pula agama dapat hidup dalam keputusan-keputusan politis yang diambil dengan pertimbangan logis dan saintifik tanpa menyertakan nilai-nilai agama dalam pengambilan keputusannya. (more…)

Iklan

Januari 21, 2010

Bhagavad Gita sebagai Petunjuk Hidup dalam Dunia Ramai

Filed under: Tentang Agama,Tentang Filsafat — Oni Suryaman @ 3:23 am
Tags: ,

Beberapa agama dan aliran kepercayaan memiliki aliran asketik. Asketisme juga mendapatkan tempat yang tinggi sehingga menjadi semacam hidup yang ideal. Kecenderungan ini dapat dilihat misalnya dengan penempatan para askese di tempat yang tinggi di dalam masyarakat. Para askese juga dianggap lebih dengan dengan yang ilahi. Dengan demikian ia menjadi semacam hidup ideal untuk mencapai kesempurnaan, sebagai sebuah jalan menuju nirvana.

Namun ada semacam kontradiksi yang antara hidup bermasyarakat dan hidup asketik. Jika ia adalah sebuah gambaran hidup yang paling ideal, bukankah dengan demikian lebih baik semua orang menjadi asketik saja. Apakah kehidupan di dunia ini bisa berjalan bila semua orang menjadi pertapa? Nampaknya sulit. Lalu apakah jalan menuju surga dengan demikian tidak mungkin untuk orang biasa? Jawaban atas pertanyaan inilah yang ditawarkan oleh Bhagavad Gita. (more…)

Januari 15, 2010

Pilihan antara Teokrasi dan Demokrasi, Sebuah Tantangan Islam Kontemporer

Filed under: Tentang Agama,Tentang Politik — Oni Suryaman @ 8:33 am
Tags: ,

Bentuk pemerintahan adalah sebuah perkara politik. Ia harus dihadapi oleh semua orang yang bernegara. Di dunia modern sekarang ini, semua orang telah hidup bermasyarakat dan memilih untuk hidup dalam sebuah negara, sehingga pilihan bentuk negara adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa bentuk negara telah mengalami kemajuan dan kemunduran. Di awal manusia bermasyarakat, tirani atau despotisme adalah sebuah bentuk yang sering ditemui. Seiring berkembangnya zaman, bentuk ini beralih menjadi monarki, atau kekuasaan raja. Bentuk kerajaan ini masih ada yang bertahan sampai sekarang, walaupun banyak yang sudah tidak sama lami dengan kerajaan di zaman dulu. Seiring dengan berkembangnya pemikiran, beberapa bentuk lain yang lebih rumit pun muncul: oligarki, demokrasi, teokrasi, misalnya. Pemerintahan oleh partai politik tunggal seperti yang dilakukan oleh Partai Komunis sempat menguasai beberapa negara di belahan dunia, dan hampir menguasai sepertiga total penduduk dunia. Komunis pun menjadi lawan sepadan dunia barat yang dijuluki Dunia Pertama. Namun seiring dengan runtuhnya komunisme, barat seolah kehilangan lawan sepadan. Pada situasi seperti inilah, oleh para pendukungnya, Islam dijadikan sebagai alternatif atas hegemoni barat. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dijadikan sebagai patokan oleh dunia barat, dan ini dipertentangkan dengan teokrasi yang diusung oleh dunia Islam.

Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat. Oleh para pendukung teokrasi, demokrasi dilihat sebagai pemerintahan oleh manusia, dan karena manusia tidak sempurna, maka bentuk pemerintahan ini pun dianggap tidak sempurna. Karena yang sempurna hanya Tuhan, maka satu-satunya bentuk pemerintahan yang dianggap sempurna dan paling benar, dan juga satu-satunya pilihan mutlak adalah teokrasi, pemerintahan oleh Tuhan. Dalam bahasa yang sering dipakai di masyarakat, pemerintahan teokrasi seperti ini kerap diungkapkan dengan penerapan syariat (sharia) Islam. (more…)

Januari 16, 2009

Antiklerikalisme dan Ateisme

Filed under: Tentang Agama,Tentang Filsafat — Oni Suryaman @ 3:42 am
Tags: , ,

*Berdasarkan tulisan Anticlericalism and Atheism, Richard Rorty dalam buku The Future of Religion

futureofreligionAbad keduapuluh bisa digambarkan sebagai abad penolakan terhadap metafisika dan ontoteologi. Di abad ini orang-orang mulai berhenti untuk mempertanyakan apa yang paling benar sebagai gambaran realitas. Salah satu akibat dari gerakan antiesensialisme ini adalah ditinggalkannya apa yang disebut Lecky sebagai perseteruan antara sains dan agama. Akibat dari ini adalah seperti klaim dari William James bahwa ilmu alam dan agama tidak perlu lagi berkompetisi satu sama lain.

Dengan ditolaknya ontoteologi, perdebatan antara ateis dan teisme menjadi tidak berarti, atau malah tidak bermakna. Sebagaimana ilmu pengetahuan tidak bisa membuktikan Tuhan, ia juga tidak bisa membuktikan tidak adanya Tuhan. Seperti halnya musik, orang yang menyukai musik tertentu tidak bisa memaksakan selera musiknya kepada yang lain. Begitu juga halnya dengan filsafat. Klaim-klaim metafisika filsafat pun tidak bisa dipaksakan. Cara pandang ini seperti menaruh masalah metafisika dan ontoteologi ke wilayah “estetika”. Tetapi dengan memakai istilah estetika sendiri berarti kita menerima trikotomi Kant: kognitif, moral, estetik. Salah satu target dari para antiesensialis justru adalah trikotomi tersebut. Para filsuf lebih memilih untuk meletakkan suatu klaim tertentu untuk konteks tertentu yang tepat untuk klaim tersebut; yang dilakukan adalah klaim partikular ketimbang klaim universal. (more…)

Desember 18, 2008

Fundamentalisme Kristen

Filed under: Tentang Agama — Oni Suryaman @ 8:23 am
Tags: , ,

reading_bibleFundamentalisme telah menjadi fenomena masyarakat modern, terutama sekali setelah peristiwa 9/11. Fundamentalisme seolah menjadi bintang panggung, entah sebagai seorang tokoh protagonis atau antagonis. Perhatian orang terhadap agama pun meningkat pesat. Semua orang memakai kata itu, namun sedikit orang yang memahami apa sesungguhnya arti kata fundamentalisme. Sebelum kita masuk lebih lanjut ada baiknya kita melihat terlebih dahulu makna kata fundamentalisme itu sendiri.

Arti Kata Fundamentalisme

Kata fundamentalisme berasal dari kata fundament, yang berarti fondasi atau dasar. Ada juga kata lain yang kerap kali dipakai sebagai sinonim fundamentalisme, yaitu radikalisme, yang berasal dari kata radix, yang berarti akar. Karena itu fundamentalisme bisa diartikan sebagai sebuah gerakan kembali ke dasar atau kembali ke akar. Dengan demikian, fundamentalisme agama berarti gerakan kembali ke ajaran semula, pada ajaran awal agamanya. Pengertian ini memiliki makna positif, karena jika kita menerima bahwa ajaran agama pada dasarnya adalah baik, maka gerakan kembali ke ajaran semula tentunya juga baik adanya. Pandangan ini pulalah yang banyak dipahami oleh para fundamentalis. Pengertian ini juga kerap disertai makna kembali pada masa keemasan di zaman dahulu di mana agama menduduki posisi sentral, dan umumnya masa yang diacu adalah masa umat pertama yang terbentuk di bawah bimbingan nabinya.[1] (more…)

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.