On Everything

Juni 7, 2009

Signifikansi Jumlah Anggota Masyarakat dalam Relasionisme Simmel

kata kunci: Simmel, relasionisme, determinisme kuantitatif, masyarakat, kelompok, jumlah anggota, karakteristik masyarakat

Abstrak

Fenomena budaya pop menjadi sesuatu yang sangat kentara dewasa ini. Begitu pula dengan gejala fundamentalisme. Beberapa studi menunjukkan bahwa ini adalah gejala yang disebabkan oleh modernitas, baik yang melawan modernitas atau menjalankannya sampai ke titik ujung. Di pihak lain kaum moralis agamis mengatakan bahwa dunia menuju keruntuhan karena dunia semakin tidak bermoral dengan melihat gejala-gejala tersebut di atas. Tulisan ini mencoba untuk berargumen secara ilmiah, bukan secara etis, dalam melihat gejala-gejala ini. Pendekatan yang diambil adalah menggunakan satu faktor yang menentukan karakteristik masyarakat yaitu jumlah anggota. Simmel sebagai seorang sosiolog yang banyak menulis tentang masyarakat, bisa berbicara banyak dalam hal ini.


Masyarakat adalah sebuah struktur yang kompleks. Di dalamnya terdapat banyak fenomena. Fenomena-fenomena tersebut di satu pihak menarik untuk sekedar dipaparkan secara deskriptif, di pihak lain menuntut sebuah penjelasan secara argumentatif. Tulisan ini berada pada posisi kedua, yaitu mencoba menjelaskan apa yang ada di balik struktur masyarakat tersebut, dengan mengikuti pemikiran Simmel. (more…)

Iklan

Maret 31, 2009

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sebuah Tirani Bahasa?

Filed under: Tentang Bahasa,Tentang Budaya,Tentang Indonesia — Oni Suryaman @ 4:52 am
Tags: ,

Aku tergelitik untuk menulis ini untuk menanggapi resensi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 4 yang tidak tanggung-tanggung ditulis oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Nikolaos van Dam, di Majalah Tempo edisi 30 Maret 2009.

bisa diklik di sini

Lengkapnya saya kutipkan di sini:

Kamus Besar yang Agak Terlalu Sempurna

Nikolaos van Dam
Duta Besar Belanda untuk Indonesia

kkbi-3MEREKA yang mengira bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah akan segera menyadari betapa rumitnya jika mereka berusaha sungguh-sungguh mempelajari sastra dan bentuk tulisan lainnya.

Salah satu hambatan bagi orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia adalah luasnya kosakatanya. Kenyataan bahwa bahasa ini memiliki 20 ribu kata serapan dari berbagai bahasa, yang tersusun dalam Loan-Words in Indonesian and Malay (2008) karya Russell Jones, bisa mengarah pada kesimpulan yang salah, seolah-olah bahasa Indonesia adalah bahasa yang relatif miskin dengan kosakata asli yang agak terbatas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008) dengan 90 ribu butir masukan dan subbutir masukan jelas memperlihatkan justru sebaliknya, dan menggarisbawahi kekayaan linguistik dan budaya bahasa Indonesia. (more…)

Mei 25, 2007

Menjadi Katolik, Pengalaman Seorang Cina

Filed under: Tentang Agama,Tentang Budaya — Oni Suryaman @ 6:41 am
Tags: , ,

incense.jpgAku dilahirkan di sebuah pulau di pinggiran selatan Laut Cina Selatan. Sebuah pulau yang indah dan sangat kubanggakan. Di pulau inilah semua pribadi awalku dibentuk dan nanti akan tertempa di dalam tungku dunia. Sebagai seorang Cina[1], pengalamanku mungkin agak unik karena aku dibesarkan justru di tengah masyarakat Melayu muslim, sedikit kontras dengan keluarga Cina yang lain yang biasanya berkumpul tidak jauh dari rekan satu etnisnya (di sebuah pecinan semacam Glodok misalnya). Pengalaman ini sangat kusyukuri karena sedari usia sangat muda aku sudah mulai mencicipi perbedaan dan pluralisme yang nantinya akan sangat mempengaruhi pandanganku. (more…)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.