On Everything

Mei 24, 2007

Atas Nama Cinta

Filed under: Tentang Cinta — Oni Suryaman @ 1:36 am
Tags: , , , , ,

unicorn.jpgCinta adalah sebuah hal yang paling misterius. Di dalamnya terdapat banyak paradoks. Banyak orang yang mengaku pernah mengalami cinta, namun sesungguhnya sangat sedikit orang yang betul-betul pernah mengalami cinta. Bahkan pasangan yang mengaku hidup berbahagia selama bertahun-tahun pun belum tentu pernah mengalami cinta. Banyak orang yang mengaku tahu apa itu cinta, namun sesungguhnya sangat sedikit orang yang betul-betul tahu apa itu cinta. Begitu banyak karya seni yang diabadikan atas nama cinta. Namun ini pun tidak banyak menolong. Kita tetap buta akan cinta.

Marilah kita lihat pertama dari asal katanya. Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang miskin dalam menggambarkan cinta. Kata yang ada hanya “cinta”, “kasih” dan “sayang”, atau juga “kasih sayang”, “belas kasih” dan “cinta kasih”. Perbedaan di antaranya tidaklah terlalu jelas dan sering dapat dipertukarkan. (more…)

Iklan

Mei 8, 2007

Selingkuh

Filed under: Tentang Cinta — Oni Suryaman @ 4:24 am
Tags: ,

selingkuh.jpgSelingkuh, ah biasa! Semua sinetron, film dan buku cerita sudah menceritakannya. Apa yang akan saya tulis di sini adalah yang “agak” tidak biasa tentang selingkuh. Mengapa tidak biasa? Karena di sini, saya justru membela yang berselingkuh. Lho bagaimana bisa begitu? Baca saja sendiri lebih lanjut.

Selingkuh memang biasa. Lebih biasa dari pada yang Anda bayangkan. Saya malah percaya bahwa selingkuh justru adalah tindakan yang normal. Kalau kita memuat survei dengan pertanyaan berapa kali orang selingkuh semasa hidupnya, lalu kita buat kurva distribusinya, yang tidak pernah selingkuh sama sekali nampaknya akan berada di luar batas normal.

Mengapa selingkuh itu normal? Di dunia binatang, selingkuh memang adalah normal. Manusia, sebagai binatang yang lebih kompleks, bisa saja menganggap selingkuh itu juga normal. Bagi binatang, kelangsungan hidup dari suatu spesies tergantung sekali dari kemampuannya beranak pinak. Bila binatang, seperti manusia yang menganut norma monogami, mempunyai pasangan yang tidak subur, tidak beruntunglah dia karena tidak akan menghasilkan keturunan. Selain harus beranak pinak, keturunannya pun harus sehat, sehingga mampu bertahan hidup. Dengan demikian, individu yang paling sehat dan subur seyogyanya mendapatkan pasangan yang paling banyak. Seekor pejantan yang tangguh akan sangat disayangkan kalau ia hanya membuahi satu betina, suatu cara yang sangat tidak alamiah dan tidak menguntungkan pada spesiesnya. (more…)

Blog di WordPress.com.