On Everything

Juli 8, 2010

Metafora

Filed under: Tentang Bahasa — Oni Suryaman @ 7:18 am
Tags: ,

Metafora adalah hal yang biasa dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Bahkan seorang anak sekalipun bisa menangkap makna sebuah metafora. Namun hal yang biasa ini menjadi semacam hantu bagi para ahli linguistik karena ia menjadi sebuah misteri untuk menjelaskan dari mana datangnya sebuah makna. Linguistik bisa menjelaskan makna literal, namun makna kiasan di dalam metafora sungguh sulit untuk dijelaskan. Tidak terlalu berlebihan kalau Lycan (2000) memberi judul “The Dark Side” pada bagian yang menjelaskan tentang metafora ini.

Metafora juga menjadi bagian yang sangat penting dalam pengalaman berbahasa. Hampir semua kata bisa dipakai secara metaforis. Makna kata yang sesuai dengan makna kamus disebut dengan makna leksikal. Hampir semua kata yang memiliki makna leksikal tersebut bisa dipakai secara metaforis. Bahkan dalam perkembangan waktu, makna metaforis mampu mengambil alih makna leksikal sehingga ia lebih dikenal dengan makna metaforisnya ketimbang makna leksikalnya, sehingga makna yang mulanya metaforis menjadi makna leksikal yang baru. (more…)

Iklan

Januari 21, 2010

Bhagavad Gita sebagai Petunjuk Hidup dalam Dunia Ramai

Filed under: Tentang Agama,Tentang Filsafat — Oni Suryaman @ 3:23 am
Tags: ,

Beberapa agama dan aliran kepercayaan memiliki aliran asketik. Asketisme juga mendapatkan tempat yang tinggi sehingga menjadi semacam hidup yang ideal. Kecenderungan ini dapat dilihat misalnya dengan penempatan para askese di tempat yang tinggi di dalam masyarakat. Para askese juga dianggap lebih dengan dengan yang ilahi. Dengan demikian ia menjadi semacam hidup ideal untuk mencapai kesempurnaan, sebagai sebuah jalan menuju nirvana.

Namun ada semacam kontradiksi yang antara hidup bermasyarakat dan hidup asketik. Jika ia adalah sebuah gambaran hidup yang paling ideal, bukankah dengan demikian lebih baik semua orang menjadi asketik saja. Apakah kehidupan di dunia ini bisa berjalan bila semua orang menjadi pertapa? Nampaknya sulit. Lalu apakah jalan menuju surga dengan demikian tidak mungkin untuk orang biasa? Jawaban atas pertanyaan inilah yang ditawarkan oleh Bhagavad Gita. (more…)

Januari 15, 2010

Pilihan antara Teokrasi dan Demokrasi, Sebuah Tantangan Islam Kontemporer

Filed under: Tentang Agama,Tentang Politik — Oni Suryaman @ 8:33 am
Tags: ,

Bentuk pemerintahan adalah sebuah perkara politik. Ia harus dihadapi oleh semua orang yang bernegara. Di dunia modern sekarang ini, semua orang telah hidup bermasyarakat dan memilih untuk hidup dalam sebuah negara, sehingga pilihan bentuk negara adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa bentuk negara telah mengalami kemajuan dan kemunduran. Di awal manusia bermasyarakat, tirani atau despotisme adalah sebuah bentuk yang sering ditemui. Seiring berkembangnya zaman, bentuk ini beralih menjadi monarki, atau kekuasaan raja. Bentuk kerajaan ini masih ada yang bertahan sampai sekarang, walaupun banyak yang sudah tidak sama lami dengan kerajaan di zaman dulu. Seiring dengan berkembangnya pemikiran, beberapa bentuk lain yang lebih rumit pun muncul: oligarki, demokrasi, teokrasi, misalnya. Pemerintahan oleh partai politik tunggal seperti yang dilakukan oleh Partai Komunis sempat menguasai beberapa negara di belahan dunia, dan hampir menguasai sepertiga total penduduk dunia. Komunis pun menjadi lawan sepadan dunia barat yang dijuluki Dunia Pertama. Namun seiring dengan runtuhnya komunisme, barat seolah kehilangan lawan sepadan. Pada situasi seperti inilah, oleh para pendukungnya, Islam dijadikan sebagai alternatif atas hegemoni barat. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dijadikan sebagai patokan oleh dunia barat, dan ini dipertentangkan dengan teokrasi yang diusung oleh dunia Islam.

Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat. Oleh para pendukung teokrasi, demokrasi dilihat sebagai pemerintahan oleh manusia, dan karena manusia tidak sempurna, maka bentuk pemerintahan ini pun dianggap tidak sempurna. Karena yang sempurna hanya Tuhan, maka satu-satunya bentuk pemerintahan yang dianggap sempurna dan paling benar, dan juga satu-satunya pilihan mutlak adalah teokrasi, pemerintahan oleh Tuhan. Dalam bahasa yang sering dipakai di masyarakat, pemerintahan teokrasi seperti ini kerap diungkapkan dengan penerapan syariat (sharia) Islam. (more…)

Juli 28, 2009

Ilusi Kedamaian dari Pengejaran Kekayaan

Filed under: Tentang Filsafat,Tentang Ilmu Sosial — Oni Suryaman @ 4:03 am
Tags: ,

bankerSepanjang sejarah pemikiran umat manusia, persoalan nafsu telah menjadi pokok bahasan. Para pemikir Yunani Kuno sampai gereja menunjukkan bahwa nafsu adalah sesuatu yang harus dikendalikan. Plato menunjukkan bahwa nafsu harus ditundukkan dengan rasio dengan mengatakan di dalam Republic IV ,meminjam lidah Sokrates:

Bukankah tugas untuk mengendalikan (seluruh jiwa) jatuh kepada rasio, yang bijak dan melihat ke depan mengatasi seluruh jiwa yang lain…[1]

Aristoteles menempuh jalan yang sedikit berbeda, yaitu dengan melatih nafsu supaya terbiasa dengan hal-hal yang bajik (virtue) dengan melatih diri melalui kontemplasi akan hal-hal yang baik, sebagaimana yang ia tunjukkan di dalam Nicomachean Ethics X:

Jika kebahagiaan adalah kegiatan yang berhubungan kesempurnaan, … Dan kegiatan ini adalah bersifat kontemplatif.[2] (more…)

Juli 15, 2009

Sejarah Indonesia, 1200-2008, Sebuah Buku

Filed under: Resensi Buku,Tentang Indonesia — Oni Suryaman @ 3:47 am
Tags: , ,

ricklefsApa yang anda bayangkan sewaktu mendengar kata “pelajaran sejarah”? Sebagian besar orang akan membayangkan sebuah pelajaran membosankan di mana kita harus menghafalkan nama tempat dan tahun. Dan kalau aku bertanya tentang apa yang tersisa di benak anda mengenai pelajaran sejarah, umumnya yang orang ingat hanya Perang Diponegoro dari tahun 1825-1830. Tetapi kalau aku bertanya tentang apa signifikansi Perang Diponegoro bagi perjalanan sejarah Indonesia, hampir pasti tidak ada yang bisa berpendapat, bahkan sekedar pendapat pribadi sekalipun. Jadi apa gunanya pelajaran sejarah kita di sekolah? Apakah sekedar untuk ikut kuis “Are You Smarter than a Fifth Grader?” Sepertinya sih iya. Jangan harap kalau pendidikan sejarah memberi lebih dari itu.

Salah satu penyebab dari hal di atas adalah buruknya mutu buku pendidikan sejarah di sekolah kita. Aku sebagai seorang pelajar angkatan 80-an, adalah “korban” dari doktrinasi sejarah, bukan pendidikan sejarah. Seperti yang kita tahu, pelajaran sejarah, baik di Orde Lama dan khusunya Orde Baru adalah alat untuk indoktrinasi massa, bukan untuk sebuah pembelajaran. Untuk itulah, kehadiran buku-buku sejarah yang baik menjadi sangat dibutuhkan, baik untuk dipakai di sekolah khususnya, atau untuk dibaca masyarakat awam umumnya. Sebuah buku sejarah karangan Ricklefs, seorang dosen di National University Singapore yang dulu juga pernah mengajar di Monash University dan Australia National University, dengan judul SEJARAH INDONESIA MODERN, 1200-2008, yang diterbitkan oleh Serambi bisa dihadirkan untuk memenuhi kekosongan ini. (more…)

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.