On Everything

Agustus 1, 2007

Harry Potter, Anda, Anti-fasis, dan Churchill

Filed under: Resensi Buku — Oni Suryaman @ 5:31 am
Tags: , , ,

Harry Potter

hp1.jpgSeorang anak dengan rambut acak-acakan yang telah mencuri hati jutaan orang di dunia dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua, telah menyihir dunia ini dengan menjadi sebuah buku yang paling banyak di baca dimuka bumi ini dan membuat penulisnya J.K. Rowling menjadi lebih kaya dari Ratu Inggris. Saya masih ingat waktu peluncuran buku ke dua Harry Potter “Chamber of Secret” yang menghias headline televisi dan surat kabar dunia. Waktu itu saya belum kenal anak berkaca mata dan bercodet di keningnya itu. Antrian panjang di toko buku dan ribuan buku terjual dalam hitungan jam. Gila, saya pikir. Buku apa yang bisa menyihir orang seperti itu. Waktu itu demam Harry Potter belum mewabah di Indonesia. Tak lama kemudian buku tersebut diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia. Saya sendiri baru membacanya setelah buku kedua diterbitkan Gramedia. Langsung saja saya tersihir oleh oleh bab pertama. Dalam hati saya tertawa sendiri melihat bahwa Rowling sendiri sudah meramalkan kesuksesannya dalam buku pertamanya bahwa Harry Potter, seorang nobody, dalam sekejap menjadi orang paling terkenal di dunia sihir, dikenal semua anak-anak sampai orang dewasa.

Anda

Mengapa Harry Potter begitu berhasil? Di luar semua strategi bisnis di belakang kesuksesannya yang menjadi ciri masyarakat kapitalistik ini, Harry Potter adalah sebuah buku yang bagus. Ia adalah sebuah buku multi layer yang dapat dibaca segala lapisan. Semua dari kita dapat merasakan bahwa dunia Harry Potter tidaklah terlalu berbeda dibandingkan dengan dunia kita. Kita sendirilah yang sebenarnya menjadi lakon di dalamnya. Di dalamnya kita dapat menemui diri kita sendiri. Mungkin diri kita adalah yang pintar-tahu-segala namun sebenarnya membutuhkan dukungan dan pegangan seperti Hermione Granger. Atau yang hampir gagal di semua bidang namun tetap menghargai kehidupan seperti Neville Longbottom. Bisa jadi Anda anak kurang mampu yang sering iri dengan keadaan teman Anda yang lain namun bersyukur bahwa keluarga Anda tetap menyayangi Anda seperti Ron Weasley. Atau misterius seperti Lupin, dan seterusnya, dan seterusnya. Yah, kita membaca cerita tentang diri kita sendiri. (more…)

Iklan

Blog di WordPress.com.