On Everything

Juni 7, 2009

Signifikansi Jumlah Anggota Masyarakat dalam Relasionisme Simmel

kata kunci: Simmel, relasionisme, determinisme kuantitatif, masyarakat, kelompok, jumlah anggota, karakteristik masyarakat

Abstrak

Fenomena budaya pop menjadi sesuatu yang sangat kentara dewasa ini. Begitu pula dengan gejala fundamentalisme. Beberapa studi menunjukkan bahwa ini adalah gejala yang disebabkan oleh modernitas, baik yang melawan modernitas atau menjalankannya sampai ke titik ujung. Di pihak lain kaum moralis agamis mengatakan bahwa dunia menuju keruntuhan karena dunia semakin tidak bermoral dengan melihat gejala-gejala tersebut di atas. Tulisan ini mencoba untuk berargumen secara ilmiah, bukan secara etis, dalam melihat gejala-gejala ini. Pendekatan yang diambil adalah menggunakan satu faktor yang menentukan karakteristik masyarakat yaitu jumlah anggota. Simmel sebagai seorang sosiolog yang banyak menulis tentang masyarakat, bisa berbicara banyak dalam hal ini.


Masyarakat adalah sebuah struktur yang kompleks. Di dalamnya terdapat banyak fenomena. Fenomena-fenomena tersebut di satu pihak menarik untuk sekedar dipaparkan secara deskriptif, di pihak lain menuntut sebuah penjelasan secara argumentatif. Tulisan ini berada pada posisi kedua, yaitu mencoba menjelaskan apa yang ada di balik struktur masyarakat tersebut, dengan mengikuti pemikiran Simmel. (more…)

Iklan

Desember 4, 2008

Pierre Bourdieu: Bahasa dan Kekuasaan Simbolik

bourdieuBahasa adalah sebuah produk budaya, dan oleh karena itu tidak dapat dilepaskan dari konteks sosialnya. Di dalam buku Languange and Symbolic Power, ia mengkritik adanya bahasa formal atau bahasa murni. Ia keberatan, misalnya, dengan pemisahan antara langue dan parole yang dilakukan oleh Saussure. Bahasa formal itu menurutnya tidak pernah ada. Ia selalu merupakan proses sosial yang kompleks, yang terkait dengan sejarah dan proses sosial setempat.[1]

Pertukaran linguistik, yang adalah sebuah relasi komunikasi antara pengirim dan penerima pesan, karena ia adalah sebuah konteks sosial, adalah juga sebuah pertukaran ekonomi. Di dalamnya berlaku juga logika ekonomi seperti produsen dan konsumen, modal linguistik, dan pasar di mana orang bisa memperoleh keuntungan baik material maupun simbolik. Dengan kata lain, ujaran tidak hanya untuk dimengerti, melainkan juga adalah sebuah tanda kekayaan (sign of wealth) dan tanda kekuasaan (sign of authority), yang bisa memaksakan sebuah dominasi. Dalam kenyataannya sehari-hari, bahasa jarang dipakai hanya sebagai sebuah alat komunikasi. Di dalam usaha komunikasi tersebut bahkan sering terjadi pertentangan kepentingan antara penyampaian informasi dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan simbolik.[2] (more…)

Januari 14, 2008

Ilmu Sosial Ilmu Kelas Tiga (?)

Filed under: Tentang Ilmu Sosial,Tentang Pendidikan — Oni Suryaman @ 2:39 am
Tags: ,

foundation.jpgSebuah novel science-fiction sempat populer di era 50-an dan 60-an. Judulnya Foundation, penulisnya adalah seorang penulis sci-fi yang terkenal, Isaac Asimov, yang beberapa karyanya telah difilmkan juga oleh Hollywood, seperti i-Robot. Kisahnya dimulai dengan Hari Seldon, seorang psychohistorian, yang menggunakan matematika untuk memprediksi sejarah. Ia memprediksi bahwa Galactic Empire telah mencapai titik kejenuhan birokrasi sehingga menuju keruntuhan dan akan mengalami masa kegelapan 30000 tahun. Untuk menyelamatkan galaksi dari masa kegelapan yang berkepanjangan ia mengusulkan untuk membuat sebuah koloni yang berisi ilmuwan untuk menyusun Encyclopedia Galactica, yang berisi seluruh pengetahuan yang telah diakumulasi manusia sepanjang sejarah, sehingga tidak musnah tenggelam dalam era barbarisme dan dapat mempercepat kembali bangkitnya peradaban, sehingga hanya akan mengalami masa kegelapan selama seribu tahun.

Bagaimana Hari Seldon bisa mencapai kesimpulan seperti itu? Ia menggunakan matematika tingkat tinggi. Bagaimana mungkin? Sebetulnya hal seperti ini tidaklah terlalu aneh. Di dalam ilmu termodinamika, kita bisa memprediksi kelakuan gas dalam kondisi tertentu. Kita memang tidak bisa memprediksi kelakuan satu molekul, tapi kita bisa memprediksi kelakuan trilyunan molekul, dengan menggunakan probabilitas dan statistik. Di dalam ilmu fisika, ini kita kenal dengan mekanika statistik. Hari Seldon memperlakukan hal yang sama pada manusia. Kita memang tidak bisa memprediksi kelakuan satu manusia, tetapi memprediksi kelakuan trilyunan manusia yang saling berkaitan satu sama lain dalam satu Galactic Empire, jika hubungan antarmanusia diketahui dan diwakili oleh persamaan diferensial, dapat dilakukan. Gampangnya begini, kita tidak bisa memprediksi kelakuan satu orang fans sepakbola, tetapi perilaku satu stadion fans sepakbola dengan dua kubu, tentunya lebih mudah diprediksi. Dan sebagaimana ilmu statistik, semakin besar jumlah sampel n, semakin kuat kekuatan prediksinya. Jadi kekuatan prediksi dengan trilyunan n sangatlah kuat, kalau tidak bisa dibilang hampir pasti.

(more…)

Blog di WordPress.com.