On Everything

Desember 4, 2008

Pierre Bourdieu: Bahasa dan Kekuasaan Simbolik

bourdieuBahasa adalah sebuah produk budaya, dan oleh karena itu tidak dapat dilepaskan dari konteks sosialnya. Di dalam buku Languange and Symbolic Power, ia mengkritik adanya bahasa formal atau bahasa murni. Ia keberatan, misalnya, dengan pemisahan antara langue dan parole yang dilakukan oleh Saussure. Bahasa formal itu menurutnya tidak pernah ada. Ia selalu merupakan proses sosial yang kompleks, yang terkait dengan sejarah dan proses sosial setempat.[1]

Pertukaran linguistik, yang adalah sebuah relasi komunikasi antara pengirim dan penerima pesan, karena ia adalah sebuah konteks sosial, adalah juga sebuah pertukaran ekonomi. Di dalamnya berlaku juga logika ekonomi seperti produsen dan konsumen, modal linguistik, dan pasar di mana orang bisa memperoleh keuntungan baik material maupun simbolik. Dengan kata lain, ujaran tidak hanya untuk dimengerti, melainkan juga adalah sebuah tanda kekayaan (sign of wealth) dan tanda kekuasaan (sign of authority), yang bisa memaksakan sebuah dominasi. Dalam kenyataannya sehari-hari, bahasa jarang dipakai hanya sebagai sebuah alat komunikasi. Di dalam usaha komunikasi tersebut bahkan sering terjadi pertentangan kepentingan antara penyampaian informasi dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan simbolik.[2] (more…)

Iklan

Blog di WordPress.com.