On Everything

Juni 24, 2009

Antara Lévinas dan Jonas: Tanggung Jawab akan Masa Depan

Filed under: Tentang Filsafat,Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 1:27 am
Tags: , , ,

Teknologi telah membawa kerumitan sendiri dalam hubungan etis antar manusia. Ia membawa manusia ke dalam sebuah tatanan baru yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh etika tradisional. Perang Dunia II memberikan sebuah impuls baru bagi filsafat, karena ia telah dianggap gagal untuk mencegah sebuah kengerian yang luar biasa di dalam kehidupan umat manusia. Dalam situasi yang baru ini, para filsuf pun bereaksi. Dua di antaranya yang akan dibicarakan di sini adalah Emmanuel Lévinas dan Hans Jonas, dua-duanya filsuf keturunan Yahudi.

LevinasLévinas

Lévinas mulanya lebih dikenal di kalangan berbahasa Prancis, walaupun ia sempat studi di Jerman di bawah bimbingan Husserl dan Heidegger. Perang Dunia II, yang banyak mempengaruhinya hidupnya, membuatnya hijrah ke Prancis dan masuk tentara di sana. Seluruh keluarganya yang tinggal di Lithuania dibunuh oleh tentara pendudukan Jerman.

Kekejaman perang yang dialaminya mau tidak mau membuatnya untuk melihat filsafat secara khas. Ia melihat etika sebagai filsafat pertama, yang mendahului filsafat-filsafat yang lain. Namun ia tetap berangkat dari gurunya, para fenomonolog. Ia memakai fenomenologi dengan cara yang khas untuk menjelaskan filsafatnya sendiri. (more…)

Iklan

Oktober 1, 2007

Manusia Insinyur Pertama

Filed under: Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 4:21 pm
Tags: , ,

bob_builder-thumb.JPGPertanian telah membawa manusia kepada revolusi pertama. Pertanian memungkinkan manusia untuk mengontrol alam, yang semula tidak dimungkinkan dengan gaya hidup berburu dan meramu. Pertanian memungkinkan manusia untuk mengusahakan tanah secara intensif, tidak lagi tergantung dari musim. Inilah untuk pertama kalinya manusia memiliki surplus dari pencarian makanan. Manusia tidak lagi harus berburu setiap hari untuk makan. Ia hanya perlu bekerja keras untuk bercocok tanam, dan setelah menuai hasilnya ia tinggal bersantai menikmati hasilnya. Berburu di satu pihak memang lebih menyenangkan, karena hanya perlu bekerja 4-5 jam sehari dan setelah itu bersantai. Pertanian di pihak lain melelahkan dan lebih panjang waktu kerjanya, mencangkul, menggemburkan tanah, menanam benih, menyiangi cukup membuat punggung kaku dan tangan kelu, serta tidak ada faktor hiburannya seperti berburu. Tetapi hasil dari pertanian jelas, tidak seperti berburu yang kadang seperti taruhan. Dan manusia mulai berkelimpahan.

Manusia sejak era keberlimpahan ini telah melakukan sebuah perjalanan baru dalam sejarahnya. Mereka mulai tinggal menetap. Mereka juga mampu memberi makan lebih banyak anggota keluarga dibandingkan dengan hanya berburu saja. Jumlah penduduk pun meledak karena daya dukung tanah bertambah. Hasil yang berlimpah memungkinkan ada anggota yang tidak harus bekerja di sektor pertanian. Dari sinilah kelas-kelas baru muncul dalam struktur masyarakatnya: kelas petukang (tools maker), kelas birokrat dan kelas tentara. Meraka tidak perlu Bagian ini akan dikhususkan pada kelas petukang, insinyur-insinyur awal umat manusia. (more…)

Agustus 7, 2007

Manusia Terusir dari Firdaus

Filed under: Tentang Ilmu Alam,Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 3:43 am
Tags: , , ,

Firdaus

Adam and Eve Driven Out of EdenManusia mulanya hidup seperti halnya binatang, hidup dari alam. Alam yang berlimpah menyediakan semuanya. Seperti layaknya hewan ia tidak menanam. Ia pun tidak menimbun. Bila alam berkekurangan mereka pun akan kepayahan. Mereka hidup layaknya seperti di taman firdaus.

Manusia dari sejak awal mula memakai gaya hidup pendahulunya untuk bertahan hidup yaitu dengan mengumpulkan makanan dari alam. Pendahulu manusia pemakan daging pertama, Homo habilis, diduga awalnya bukan pemburu sejati melainkan pemakan bangkai. Mereka memakan sisa-sisa hasil buruan. Merekalah yang pertama menjadi pemakai alat batu pertama. Berbeda dengan sebelumnya mereka sudah mampu “mengasah” batu dengan batu sampai bisa digenggam dengan baik dan cukup tajam untuk memotong daging maupun memecahkan tulang untuk diambil sumsumnya. Lalu apakah yang membuat keturunan mereka mengubah gaya hidup mereka dari berburu?

Pertama-tama manusia sejak dari pendahulunya perlu dilihat sebagai makhluk teritorial. masing-masing hidup dalam kelompok yang dipimpin seorang “pejantan tangguh”[1]. Masing-masing kelompok akan mempertahankan daerahnya yang kaya akan makanan. Kadang-kadang terjadi persaingan yang menimbulkan perang antar kelompok. Kelompok yang kalah akan terusir ke daerah lain yang kurang baik. Dengan berkembang biak jumlah mereka akan bertambah dan secara otomatis luas daerah. Hal inilah yang memaksa Homo erectus untuk menyebar sampai keluar dari Afrika. (more…)

Juli 27, 2007

Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi

Filed under: Tentang Ilmu Alam,Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 11:14 am
Tags: , , ,

Apakah itu Manusia?

Leonardo da VinciManusia adalah sebuah makhluk yang unik. Meskipun kita tahu bahwa kita adalah manusia (atau mungkin tidak tahu?) adalah bukan merupakan pekerjaan yang mudah untuk melukiskan apa yang unik pada manusia jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain.

Pertama-tama marilah kita lihat dari ciri biologisnya. Manusia adalah makhluk bersel banyak, metazoa, ketimbang makhluk bersel tunggal, protista. Ia juga adalah makhluk bertulang belakang, vertebrata[1], ketimbang makhluk tidak bertulang belakang, avertebrata. Di antara vertebrata manusia tergolong ke dalam kelompok binatang menyusui, mammalia[2], karena ia berdarah panas, menghirup udara, dengan kulit berbulu, dan menyusui bayinya. Lebih lanjut manusia tergolong ke dalam mammalia yang janinnya berkembang di dalam rahim betinanya, eutheria, yang menerima makanan melalui plasenta. Kemudian manusia dikelompokkan ke dalam ordo primata, yang di dalamnya termasuk lemur, tarsius, kera dan kera besar: gorila, orangutan, dan simpanse. Yang membedakan manusia dengan primata lainnya adalah perilaku bipedal, berjalan dengan kedua kaki, berpostur tegak, tulang belakang berbentuk S, dan kaki yang lebih panjang dari tangan. Hanya tangan yang dapat dipakai untuk menggenggam, prehensil, dengan jempol yang besar dan bertenaga, terletak berseberangan dengan jari-jari lainnya yang memungkinkan genggaman yang kokoh. Hampir seluruh tubuh tak berbulu dan hanya ditumbuhi rambut terutama pada bagian kepala. Rahangnya pendek dengan susunan gigi melengkung. Mukanya pendek dan hampir vertikal. Otaknya relatif besar jika dibandingkan dengan makhluk lain terutama pada bagian neo-cortex.[3] (more…)

Mei 7, 2007

Determinisme Geografis

Filed under: Resensi Buku,Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 4:15 am
Tags: , , , ,

World MapMengapa peradaban begitu beraneka ragam di seluruh dunia? Kita bisa melihat variasinya dari yang paling maju, dengan menguasai teknologi informasi, elektronika, dan ruang angkasa, sampai yang paling terbelakang, yang bahkan tak mengenal panah dan logam dan masih bertahan hidup dengan alat dari batu. Inggris masuk ke abad industri pada abad ke-18, dan Indonesia baru pada abad ke-20. Amerika masuk ke abad luar angkasa pada abad ke-20, dan kita masih mimpi untuk itu.

Beberapa teori mencoba untuk menjelaskan pertanyaan di atas. Salah satunya adalah teori ras. Teori ini berkembang pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Teori ini adalah salah satu kelanjutan dari teori evolusi. Teori evolusi menjelaskan tahap-tahap perkembangan manusia modern (homo sapiens). Ras-ras pun dibagi-bagi berdasarkan tahap perkembangannya. Suku Aborigin di Australia bahkan didakwa sebagai the missing link alias paling rendah di antara manusia modern. Teori ini mencapai puncaknya pada Perang Dunia II yang pecah karena Partai Nazi yang mengagungkan ras Arya sebagai ras manusia paling unggul, sehingga ditakdirkan untuk menguasai ras lain yang lebih rendah darinya. (more…)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.