On Everything

Januari 14, 2008

Ilmu Sosial Ilmu Kelas Tiga (?)

Filed under: Tentang Ilmu Sosial,Tentang Pendidikan — Oni Suryaman @ 2:39 am
Tags: ,

foundation.jpgSebuah novel science-fiction sempat populer di era 50-an dan 60-an. Judulnya Foundation, penulisnya adalah seorang penulis sci-fi yang terkenal, Isaac Asimov, yang beberapa karyanya telah difilmkan juga oleh Hollywood, seperti i-Robot. Kisahnya dimulai dengan Hari Seldon, seorang psychohistorian, yang menggunakan matematika untuk memprediksi sejarah. Ia memprediksi bahwa Galactic Empire telah mencapai titik kejenuhan birokrasi sehingga menuju keruntuhan dan akan mengalami masa kegelapan 30000 tahun. Untuk menyelamatkan galaksi dari masa kegelapan yang berkepanjangan ia mengusulkan untuk membuat sebuah koloni yang berisi ilmuwan untuk menyusun Encyclopedia Galactica, yang berisi seluruh pengetahuan yang telah diakumulasi manusia sepanjang sejarah, sehingga tidak musnah tenggelam dalam era barbarisme dan dapat mempercepat kembali bangkitnya peradaban, sehingga hanya akan mengalami masa kegelapan selama seribu tahun.

Bagaimana Hari Seldon bisa mencapai kesimpulan seperti itu? Ia menggunakan matematika tingkat tinggi. Bagaimana mungkin? Sebetulnya hal seperti ini tidaklah terlalu aneh. Di dalam ilmu termodinamika, kita bisa memprediksi kelakuan gas dalam kondisi tertentu. Kita memang tidak bisa memprediksi kelakuan satu molekul, tapi kita bisa memprediksi kelakuan trilyunan molekul, dengan menggunakan probabilitas dan statistik. Di dalam ilmu fisika, ini kita kenal dengan mekanika statistik. Hari Seldon memperlakukan hal yang sama pada manusia. Kita memang tidak bisa memprediksi kelakuan satu manusia, tetapi memprediksi kelakuan trilyunan manusia yang saling berkaitan satu sama lain dalam satu Galactic Empire, jika hubungan antarmanusia diketahui dan diwakili oleh persamaan diferensial, dapat dilakukan. Gampangnya begini, kita tidak bisa memprediksi kelakuan satu orang fans sepakbola, tetapi perilaku satu stadion fans sepakbola dengan dua kubu, tentunya lebih mudah diprediksi. Dan sebagaimana ilmu statistik, semakin besar jumlah sampel n, semakin kuat kekuatan prediksinya. Jadi kekuatan prediksi dengan trilyunan n sangatlah kuat, kalau tidak bisa dibilang hampir pasti.

(more…)

Iklan

Blog di WordPress.com.