On Everything

Agustus 28, 2007

How to Read a Book

htrb.png Ditulis oleh Mortimer J. Adler dan Charles Van Doren

tulisan ini juga dapat dilihat di Kompas Cyber Media

Membaca adalah simbol kemajuan sebuah peradaban. Ia membedakan peradaban maju dengan primitif, antara negara maju dan negara berkembang. Melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia, yang sering dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan sebuah negara.

Membaca memiliki tiga fungsi. Pertama, memberikan informasi, misalnya dengan membaca koran dan majalah. Yang kedua, memberikan hiburan, misalnya dengan membaca novel. Yang ketiga, yang paling penting tetapi sekaligus paling sulit, memberikan pengertian. Sebuah buku bisa saja memberikan pengertian sekaligus menghibur dan memberikan informasi.

Modernisasi telah menawarkan substitusi bagi kegiatan membaca, dengan lahirnya media audio-visual. Kehadiran audio-visual membuat informasi menjadi lebih “nyata” ketimbang membaca, tetapi di lain pihak mengurangi bahkan meniadakan daya cerna pemirsa. Sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam membaca untuk mencari pengertian.

Dalam keadaan seperti inilah buku ini hadir, mengingatkan kita akan pentingnya membaca untuk mencari pengertian dan mengajari kita bagaimana melakukannya. Membaca seperti inilah yang menjadi tonggak peradaban. (more…)

Iklan

Agustus 7, 2007

Manusia Terusir dari Firdaus

Filed under: Tentang Ilmu Alam,Tentang Peradaban — Oni Suryaman @ 3:43 am
Tags: , , ,

Firdaus

Adam and Eve Driven Out of EdenManusia mulanya hidup seperti halnya binatang, hidup dari alam. Alam yang berlimpah menyediakan semuanya. Seperti layaknya hewan ia tidak menanam. Ia pun tidak menimbun. Bila alam berkekurangan mereka pun akan kepayahan. Mereka hidup layaknya seperti di taman firdaus.

Manusia dari sejak awal mula memakai gaya hidup pendahulunya untuk bertahan hidup yaitu dengan mengumpulkan makanan dari alam. Pendahulu manusia pemakan daging pertama, Homo habilis, diduga awalnya bukan pemburu sejati melainkan pemakan bangkai. Mereka memakan sisa-sisa hasil buruan. Merekalah yang pertama menjadi pemakai alat batu pertama. Berbeda dengan sebelumnya mereka sudah mampu “mengasah” batu dengan batu sampai bisa digenggam dengan baik dan cukup tajam untuk memotong daging maupun memecahkan tulang untuk diambil sumsumnya. Lalu apakah yang membuat keturunan mereka mengubah gaya hidup mereka dari berburu?

Pertama-tama manusia sejak dari pendahulunya perlu dilihat sebagai makhluk teritorial. masing-masing hidup dalam kelompok yang dipimpin seorang “pejantan tangguh”[1]. Masing-masing kelompok akan mempertahankan daerahnya yang kaya akan makanan. Kadang-kadang terjadi persaingan yang menimbulkan perang antar kelompok. Kelompok yang kalah akan terusir ke daerah lain yang kurang baik. Dengan berkembang biak jumlah mereka akan bertambah dan secara otomatis luas daerah. Hal inilah yang memaksa Homo erectus untuk menyebar sampai keluar dari Afrika. (more…)

Agustus 1, 2007

Harry Potter, Anda, Anti-fasis, dan Churchill

Filed under: Resensi Buku — Oni Suryaman @ 5:31 am
Tags: , , ,

Harry Potter

hp1.jpgSeorang anak dengan rambut acak-acakan yang telah mencuri hati jutaan orang di dunia dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua, telah menyihir dunia ini dengan menjadi sebuah buku yang paling banyak di baca dimuka bumi ini dan membuat penulisnya J.K. Rowling menjadi lebih kaya dari Ratu Inggris. Saya masih ingat waktu peluncuran buku ke dua Harry Potter “Chamber of Secret” yang menghias headline televisi dan surat kabar dunia. Waktu itu saya belum kenal anak berkaca mata dan bercodet di keningnya itu. Antrian panjang di toko buku dan ribuan buku terjual dalam hitungan jam. Gila, saya pikir. Buku apa yang bisa menyihir orang seperti itu. Waktu itu demam Harry Potter belum mewabah di Indonesia. Tak lama kemudian buku tersebut diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia. Saya sendiri baru membacanya setelah buku kedua diterbitkan Gramedia. Langsung saja saya tersihir oleh oleh bab pertama. Dalam hati saya tertawa sendiri melihat bahwa Rowling sendiri sudah meramalkan kesuksesannya dalam buku pertamanya bahwa Harry Potter, seorang nobody, dalam sekejap menjadi orang paling terkenal di dunia sihir, dikenal semua anak-anak sampai orang dewasa.

Anda

Mengapa Harry Potter begitu berhasil? Di luar semua strategi bisnis di belakang kesuksesannya yang menjadi ciri masyarakat kapitalistik ini, Harry Potter adalah sebuah buku yang bagus. Ia adalah sebuah buku multi layer yang dapat dibaca segala lapisan. Semua dari kita dapat merasakan bahwa dunia Harry Potter tidaklah terlalu berbeda dibandingkan dengan dunia kita. Kita sendirilah yang sebenarnya menjadi lakon di dalamnya. Di dalamnya kita dapat menemui diri kita sendiri. Mungkin diri kita adalah yang pintar-tahu-segala namun sebenarnya membutuhkan dukungan dan pegangan seperti Hermione Granger. Atau yang hampir gagal di semua bidang namun tetap menghargai kehidupan seperti Neville Longbottom. Bisa jadi Anda anak kurang mampu yang sering iri dengan keadaan teman Anda yang lain namun bersyukur bahwa keluarga Anda tetap menyayangi Anda seperti Ron Weasley. Atau misterius seperti Lupin, dan seterusnya, dan seterusnya. Yah, kita membaca cerita tentang diri kita sendiri. (more…)

Blog di WordPress.com.